6 Aturan Esensial untuk Setelan Jas yang Sempurna

Mengenakan setelan jas yang istimewa adalah sebuah transformasi. Bahu Anda tampak lebih bidang; siluet tubuh Anda terlihat lebih tegap dan ramping; serta lingkar pinggang terdefinisi dengan presisi. Anda tampil menawan, dan Anda merasa luar biasa. Tentu saja, dengan asumsi Anda mengenakan jas yang tepat dan telah disesuaikan (tailored) dengan sempurna.
Sebagaimana dipahami oleh setiap pria yang pernah menghabiskan malam dalam balutan jas sewaan yang kebesaran, hanya sedikit hal di dunia ini yang mampu menandingi sensasi mengenakan mahakarya jas yang istimewa. Dan sebaliknya—setidaknya dalam kacamata sartorial—hanya sedikit hal yang lebih buruk daripada mengenakan jas dengan potongan yang keliru.
Mengingat sepotong jas siap pakai (off-the-rack) sekalipun dapat memancarkan aura kemewahan tak ternilai melalui sentuhan alteration yang tepat, kami hadir untuk memandu Anda melalui enam aturan esensial demi mendapatkan siluet jas yang paripurna.
1. Perhatikan Panjang Celana Anda (Hem Your Trousers)
Ini adalah kesalahan paling fundamental yang sering dilakukan para pria dalam hal busana formal. Bahkan para pesohor papan atas—yang seharusnya lebih memahami aturan ini—kerap membiarkan celana mereka menjuntai terlalu panjang. Anda tidak diwajibkan untuk mengadopsi estetika celana mengatung yang kerap diusung oleh desainer seperti Thom Browne, namun sisa panjang kain yang berlebih tidak akan memberikan efek apa pun selain membuat Anda tampak lebih pendek dan kurang rapi. Pilihlah potongan dengan lipatan yang sangat minim atau slight break (di mana ujung celana hanya menyentuh ringan bagian atas sepatu Anda) demi menciptakan tampilan klasik yang tak lekang oleh waktu, namun tetap memancarkan napas modern.
2. Pastikan Proporsi Bahu Presisi
Bagian bahu pada jas Anda harus terasa seolah mendekap bahu Anda dengan pas. Jika terasa terlalu membatasi pergerakan, itu pertanda jas tersebut terlampau kecil. Sebaliknya, jika jahitan bahu jatuh melewati garis alami tubuh Anda—seperti yang lazim terlihat pada busana kerja sehari-hari yang kurang terkurasi—maka jas tersebut terlalu besar. Bahu adalah satu-satunya area yang bahkan membuat para penjahit ahli ragu untuk merombaknya: prosesnya teramat rumit, membutuhkan investasi biaya tinggi, serta berisiko merusak struktur asli jas Anda. Hampir setiap bagian lain dari sebuah jas dapat disesuaikan, namun jika siluet bahunya tidak presisi, sudah saatnya Anda mengembalikannya ke rak.
3. Sesuaikan Panjang Lengan Jas
Sedikit kurang disadari dibandingkan problematika celana yang menumpuk—namun sama fatalnya—adalah lengan jas yang terlalu panjang. Lengan jas Anda selayaknya berakhir sekitar seperempat hingga setengah inci sebelum ujung lengan kemeja Anda. Sebuah rasio sempurna untuk mengekspos sedikit bagian cuff (manset) kemeja. Jika lengan jas Anda menyentuh buku-buku jari, itu terlampau panjang. Ini merupakan perbaikan yang mudah dan terjangkau jika kancing pada lengan jas Anda hanya bersifat dekoratif; penjahit akan memotongnya dari bagian bawah dan memindahkan posisi kancing tersebut. Namun, jika jas Anda memiliki kancing yang dapat dibuka (working buttonholes), prosesnya akan jauh lebih intensif. Lengan jas harus dipendekkan dari area bahu. Kendati demikian, langkah ini tetap jauh lebih baik ketimbang membiarkan lengan jas Anda menutupi punggung tangan.
4. Waspadai Celah pada Kerah (Collar Gap)
Anda mungkin tidak dapat melihatnya sendiri, tetapi semua orang di sekeliling Anda akan menyadarinya. Kerah jas Anda, jika tidak dirancang agar memeluk bagian belakang leher dengan sempurna, akan terpisah dari kerah kemeja dan menyisakan sebuah celah (gap). Hal ini dapat terjadi karena beragam alasan konstruksi, dan jika tidak terlalu parah, penjahit profesional umumnya masih dapat memperbaikinya. Namun, celah yang lebih dari sekadar renggangan kecil dapat menjadi masalah struktural yang serius. Perhatikan detail ini baik-baik saat Anda memilih jas, dan kecuali Anda memiliki seorang master tailor ahli yang sepenuhnya Anda percayai, sebaiknya hindari jas dengan kecacatan bentuk ini.
5. Rampingkan Lingkar Pinggang Jas
Banyak jas ready-to-wear dibuat dengan potongan “demokratis”, sebuah istilah halus untuk menyatakan bahwa jas tersebut didesain guna mengakomodasi pria dengan lingkar perut yang lebih bervolume. Jika Anda tidak berada dalam kategori tersebut, ini berarti jas Anda akan terlihat kotak dan kaku (boxy) hingga Anda meminta penjahit untuk merampingkannya pada bagian pinggang. Akan tetapi, pastikan untuk tidak merombaknya secara berlebihan. Ingatlah, Anda tetap membutuhkan ruang sirkulasi untuk bergerak dengan leluasa. Jadikan ini sebagai tolak ukur: pastikan kepalan tangan Anda masih dapat masuk dengan nyaman di antara jas dan kemeja saat kancing atas jas ditautkan.
6. Rampingkan Lengan Jas dan Bentuk Siluet Celana
Banyak pria kini mulai mengamini bahwa menyempitkan siluet celana adalah cara brilian untuk memberi ilusi garis tubuh yang lebih jenjang, sekaligus menciptakan siluet tailored yang tajam. Ambil inspirasi dari sana dan rampingkan (taper) celana Anda. Namun satu detail yang mungkin terlewat dari benak Anda adalah mengaplikasikan prinsip serupa untuk lengan jas. Proses perombakannya sedikit lebih kompleks karena sang penjahit harus membongkar bagian furing (lining), namun hasil akhirnya akan menghadirkan estetika yang jauh lebih rapi dan elegan untuk jangka panjang. Sebuah investasi sartorial yang sejatinya selalu sepadan.
(Sumber referensi: Esquire)
Ready for a Fitting?
Visit any Laxmi Tailors atelier for complimentary advice, or schedule a private consultation.
Book Appointment →
